Bangka Belitung

Proyek Pembangunan Kantor Desa Baru Terhenti Sekdes Akui Anggaran Terserap Cuma Rp 500 Juta

Foto : Papan nama proyek. (Istimewa)

BELITUNGTIMUR,LB – Proses pengerjaan proyek pembangunan kantor Desa Baru di wilayah Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) saat ini diduga terhenti.

Kondisi tersebut kini malah menuai sorotan sekaligus pertanyaan di kalangan masyarakat sekitarnya. Pasalnya kantor Desa Baru terletak di kawasan jalan raya Sudirman Manggar Beltim semula terlihat sempat dikerjakan pembangunannya.

Namun dalam beberapa bulan terakhir ini justru terlihat sepi aktifitas para pekerja yang membangun gedung kantor desa setempat.

Sementara seketaris desa (Sekdes) Baru, Sumina saat hendak dikonfirmasi wartawan di kantor desa setempat dirinya memaparkan tentang tata bangun kantor desa berikut kantor BPD tersebut.

Tak dipungkiri olehnya jika sebelumnya ada beberapa kali perubahan RAB (Rencana Anggaran Biaya), sehingga kegiatan pekerjaan pembangunan kantor desa dan BPD dengan pola multi years 3 tahun ini diakuinya jika anggaran tersebut digunakan hanya memakai untuk kepentingan pembangunan pertahun cuma diambil 500 juta . 

“Dari total seluruh untuk pembangunan senilai Rp 2 M lebih ini untuk 2 kantor yaitu kantor desa dan kantor BPD yang sudah berjalan 25 persen pengerjaannya, dan sudah menyerap pemakaian dana 500 juta,” terang Sekes ini saat ditemui, Rabu (4/3/2020).

Dijelaskanya lebih detil, jika perubahan RAB dikarenakan pembangunan untuk 2 lantai sehingga dari dana perencanaan 1 milliar 100 jutaan, menjadi 2 milliar 150 juta, dari jangka waktu 2 tahun menjadi 3 tahun.

“Sedangkan Dana yang dipakai yaitu Dana Alokasi Desa dan tidak bisa menggunakan Dana Desa, Prasarana untuk Pembangunan Balai ataupun kantor menggunakan Dana Alokasi Desa,  makanya kami hanya memakai Dana 500 jutaan pertahunnya dan tidak bisa di uplod sekaligus,” jelasnya.

Lanjutnya, dana senilai Rp 1,7 milliar dana pertahun menyangkut untuk gaji dan insrntif lainnya keperluan Desa, dari dana kabupaten 2019.

“Kami hanya dapat dana induk 400 juta dianggaran perubahan kami menambahkan 100 juta jadi totalnya 500 jutaan, dan terpasang dua papan proyek, karena sebelum pergantian Kajari Beltim Abdur Kadir, kami sudah komunikasi dengan beliau, terkait dana awal papan proyek 400 juta kemudian dana perubahan anggaran dipasang satu lagi papan proyek Rp 500 juta, tertulis di bawah papan proyek tersebut,” terangnya lagi.

Namun begitu ditegaskanya jika sesungguhnya tujuan renovasi tersebut adalah untuk menyesuaikan dengan jumlah penduduk desa saat ini yang diperkirakanya mencapai angka 9516 jiwa, sehingga perlu pelayanan yang luar biasa.

“Hal ini dengan maksud supaya desa bisa melayani masyarakat demi kenyamanannya, dan tidak terjadi antrian panjang. Dibuatnya dua lantai bangunan karena, tanah Desa luasnya terbatas .Untuk lantai atas bisa dipakai sebagai kantor-kantor kadus dan kepentingan lain,” pungkasnya. (Tono)

Leave a Reply