Bangka Belitung

Hampir Sepekan KIP Ini Masih Terdampar di Pantai Rambak

Foto : Sebuah kapal isap produksi (KIP) ini hampir sepekan berada di pinggir pantai Rambak Sungailiat. (Jes)

BANGKA,LB – Kapal Isap Produksi (KIP) dikabarkan mengalami kerusakan hingga akhirnya kondisi KIP itu sampai saat ini masihlah berada atau terdampar di pinggiran sepadan pantai Rambak, Kota Sungailait, Kabupaten Bangka.

Salah seorang sumber menyebutkan jika kondisi KIP itu menurutnya sudah terhitung lebih dari 5 hari berada cukup dekat pingiran atau tepi sepadan pantai Rambak.

“Lah lebih lima hari kapal isap ada di lokasi itu. Kurang tahu juga kenapa belum ditarik dari lokasi itu,” ungkap sumber ini kepada reporter lintasan berita.com, Senin (3/8/2020) siang.

Sementara pantau reporter media ini di lokasi, tampak KIP itu tak tertera nama pada bagian lambung kapal. Suasana dalam KIP tak seorang awak yang terlihat.

Dalam berita sebelumnya disebutkan jiika KIP yang terdampar ini menurut Pengawas KIP PT Timah, Mulyadi merupakan mitra Pemda dan bukan mitra PT Timah.

“Bukan termasuk mitra kami,” kata dia via pesan instan What’s App (WA), Rabu (29/7/2020) siang.

Sementara seorang perwakilan KIP bersedia menemui wartawan, di seputaran Sungailiat. Bahkan ia pun membenarkan jika KIP yang terdampar di kawasan Pantai Rambak tadi adalah benar miliknya.

“Iya itu kapal kita patah pontoon terpaksa dikandasin dulu mau ngelas sementara dulu agar bisa jalan kembali ke dok,” katanya, Kamis (30/7/2020).

Ab sebut, KIP tadi sebenarnya memiliki titik operasi di lepas pantai Rebo Sungailiat, namun karena ada badai pada hari Sabtu (25/7/2020) dan Minggu (26/7/2020) lalu, maka KIP tadi mengalami kerusakan mesin terutama di bagian gayung ponton, dan terbawa arus ke arah kawasan Pantai Rambak.

“Kan bagian ponton depan itu kalau kena ombak pasti mengayun keras, nah ada bagian yang patah dan kapal jadi berhenti,” terang dia (Jes)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close