Bangka Belitung

Diduga Rusak, KIP Ini Kandas Di Pinggiran Pantai Rambak

Foto : Inilah kapal isap produksi kandas di pinggiran pantai Rambak, Sungailiat. (Jes)

BANGKA,LB – Baru-baru ini kejadian sebuah kapal isap produksi (KIP) kandas di pinggiran pantai Rambak, Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Kejadian tersebut sempat mengundang perhatian masyarakat nelayan termasuk warga di sekitar lingkungan setempat, lantaran kondisi KIP terlihat sangat dekat dengan daratan yakni sekitar 5 meter.

Reporter lintasanberita.com mencoba mengkonfirmasi Pengawas KIP PT Timah, Mulyadi terkait kondisi adanya sebuah KIP kandas di pinggiran pantai Rambak setempat.

“KIP itu bukan mitra kami (PT Timah — red) namun merupakan mitra Pemda,” ungkap Mulyadi dalam pesan singkat atay What’s App (WA) yang diterima, Rabu (29/7/2020) siang.

Ketika disinggung siapa pemilik KIP kandas diduga mengalami kerusakan mesin, namun kini kondisi KIP itu terombang-ambing tanpa adanya awak kapal tadi.

Bahkan ia mengatakan singkat dan menduga jika KIP yang kandas tersebut milik seorang pengusaha ternama asal Bangka Belitung (Babel).

“Kalau gak salah itu KIP Lembawai, milik grup HL,” tambahnya.

Keesokan harinya, perwakilan KIP tersebut bersedia menemui wartawan, di seputaran Sungailiat. Dan membenarkan bahwa KIP yang terdampar di kawasan Pantai Rambak tadi adalah benar miliknya.

“Iya itu kapal kita patah pontoon terpaksa dikandasin dulu mau ngelas sementara dulu agar bisa jalan kembali ke dok,” katanya, Kamis (30/7/2020).

Ab sebut, KIP tadi sebenarnya memiliki titik operasi di lepas pantai Rebo Sungailiat, namun karena ada badai pada hari Sabtu (25/7/2020) dan Minggu (26/7/2020) lalu, maka KIP tadi mengalami kerusakan mesin terutama di bagian gayung ponton, dan terbawa arus ke arah kawasan Pantai Rambak.

“Kan bagian ponton depan itu kalau kena ombak pasti mengayun keras, nah ada bagian yang patah dan kapal jadi berhenti,” terang dia. (Jes)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close