Bangka Belitung

Korupsi Lahan Basarnas Awal Dianggap Kerugian Rp 1,8 M, Perkara Akhirnya Dihentikan

Foto : Inilah lokasi lahan Basarnas Provinsi Babel terdapat di Desa Kace, Kec Mendo Barat, Kab Bangka. Sejak dibebaskan lahan ini sampai sekarang tidak difungsikan. (Yuda)

PANGKALPINANG,LB – Penanganan perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) proyek kegiatan pembebasan lahan kantor Basarnas Provinsi Bangka Belitung (Babel) senilai Rp 3,6 miliar akhirnya di-SP3 alias dihentikan penyelidikannya oleh pihak Polda kep Bangka Belitung (Babel).

Padahal sebelumnya pihak penyidik Subdit Tipikor Polda kep Babel sempat melakukan penyelidikan secara intensif guna mengungkap kegiatan pembebasan lahan Basarnas tersebut dan dianggap merugikan keuangan negara yang tak sediikit.

Bahkan pihak Polda kep Babel pun sebelumnya melalui Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda kep Babel saat itu masih dijabat oleh AKBP Hendro Kusmayadi (Kasubdit Tipikor) sempat menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait dugaan kerugian keuangan negara.

“Kegiatan pembebasan lahan kantor Basarnas di Kace Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka ini nilai angka proyeknya sebesar Rp 3,6 miliar dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 1,8 milyar,” ungkap Hendro kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Foto : Di sekitar lahan Basarnas Babel ini terdapat sejumlah rumah warga. Akses jalan menuju lokasi lahan ini yakni jalan tanpa diaspal. (Yuda)

Diterangkanya, lahan yang memiliki luas sekitar 9.200 m2 atau tidak mencapai 1 hektar yang dibebaskan dari lahan masyarakat dengan harga mencapai Rp 400.000 per meter.

Padahal kawasan tersebut diketahui adalah lahan resapan. Sebelumnya pun penyidik Tipikor Dit Reskrimsus Polda Babel telah mengumpulkan data bahwa kawasan tersebut NJOP nya hanya Rp 7.000 permeter.

Sementara pihak Polda Kep Babel, Kombes Pol Indra Krismayadi saat dikonfirmasi soal perkara kasus dugaan tipikor kegiatan pembebasan lahan kantor Basarnas Pangkalpinang justru perkara ini tidak dilanjutkan lagi penyelidikan oleh pihak Polda kep Babel atau dihentikan.

“Kemarin sudah dilakukan penyelidikan & koordinasi dengan inspektorat Basarnas pusat, ternyata ada kelebihan pembayaran. Sudah dikembalikan ke negara,” jawab Indra dalam pesan singkatnya (WhatsApp/WA) yang diterima reporter lintasanberita.com, Senin (6/1/2020) siang.

Ketika disinggung lebih jauh soal berapa nilai kelebihan bayar yang dikembalikan ke kas negara tersebut justru Indra malah menyarankan agar menanyakan hal itu stafnya bernama Edy.

“Silahkan ditanya staf saya ya ,” ujarnya singkat seraya seketika itu ia pun mengirimkan nomor ponsel stafnya (Edy).

Namun sayangnya Edy seorang staf Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda kep Babel tak memberikan keterangan saat ditanya berapa nilai kelebihan pembayaran dari kegiatan pembebasan lahan di lokasi setempat.Sebaliknya staf Tipikor ini (Edy) malah hanya menjawab ucapan salam kepada reporter lintasanberita.com melalui pesan WA. 

Begitu pula saat mencoba menghubungi Kasi Penkum Kejati Babel, Roy Arland SH MH soal perkara tipikor ini (pembebasan lahan untuk kantor Basarnas Babel justru tak memberikan jawaban meski konfirnasi melalui pesan WA, Selasa (7/1/2020) siang dan sempat terbaca oleh yang bersangkutan.

Hal serupa pun senpat terjadi ketika mencoba mengkonfirmasi kepala Basarnas Babel, Danang Priandoko melalui pesan WA, Selasa (7/1/2020) sore namun tetap tidak ada jawaban. 

Seorang sumber lintasanberita.com yang enggan disebutkan identitas dirinya juga sekaligus selaku warga Desa Kace, Mendo Barat Bangka mengatakan lahan milik Basarnas Babel yang terdapat di desanya itu cukup lama tidak difungsikan oleh inransi terkait.

“Itu lokasi lahan milik Basarnas. Sudah cukup lama lahan ini kosong tanpa difungsikan. Sayang sekali tidak dimanfaatkan sebab bikin mubazir uang negara saja,” ungkap sumber ini saat ditemui di sekitar lahan Basarnas.

Bahkan saat pantauan reporter lintasanberita.com di lokasi lahan Basarnas Babel tersebut, Senin (6/1/2020) siang tampak kondisi lahan Basarnas telah ditumbuhi ilalang cukup tinggi dan terkesan banyak semak.

Di sekitar atau sekeliling lahan Basarnas Babel ini pun tampak terdapat sejumlah bangunan rumah warga. Sekedar diketahui, pihak Basarnas Babel saat ini justru berkantor di kawasan jalan raya Pelepas dekat kawasan bandara Depati Amir, Pangkalpinang. (Yuda)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close