Bangka BelitungHukum & Kriminalitas

Edo Berubah Sikap Pasca Pemberitaan & Aksi Demo Wartawan Di Polda Babel

Foto : Puluhan wartawan dari berbagai media turun ke jalan menuju kantor Polda Babel saat aksi demo mengecam tindak kekerasan terhadap wartawan. (Yuda)

Ketua IWO Babel : Mulai Hari Ini Dinonaktifkan Terhadap Yang Bersangkutan

PANGKALPINANG,LB – Stres adalah kondisi yang terjadi pada psikis maupun fisik seseorang akibat adanya tekanan. Kondisi ini  bisa saja dialami setiap orang, terlebih lagi jika seseorang diketahui pekerjaanya sangatlah membutuhkan konsentrasi khusus namun lantatan aktifitasnya di bawah tekanan atau under presure maka rentan akan menimbulkan gangguan psikis hingga logika pun terabaikan.

“Nah salah contohnya si Randu alias Edo saya menduga dia sepertinya mengalami gangguan psikis. Pasalnya pegakuannya dalam berita yang dimuat di sejumlah media online soal sikap arogan oknum perwira Polres Bangka. Namun anehnya malah ia membantah soal itu,” ungkap ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bangka Belitung (Babel), Evan Satriadi, Minggu (5/1/2020).

Evan pun menganggap atau menduga jika wartawannya itu (Edo) dari media online terbitanbabel.com saat ini mendadak berubah sikap pasca aksi demo damai puluhan wartawan/jurnalis ke kantor Polda kep Babel.

Selain itu lantaran Edo diduganya pula kerap mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu terkait soal pemberitaan aktifitas penambangan pasir timah ilegal di Dusun Kelapa Hutan, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

“Jadi saya menduga jika saat ini kondisi yang dialami Edo adalah penyakit mental yang mempengaruhinya bagaimana seseorang merasa, berpikir, dan berperilaku,” tegas Evan selaku pimpinan media terbitanbabel.com.

Evan kembali merunutkan akar persoalan terkait sikap wartawan asal medianya itu (terbiranbabel.com) berawal dari pemberitaan soal aktifitas tambang liar (TI rajuk) di kawasan sepadan sungai Kelapa Hutan, Belinyu.

Usai meliput dan memberitakan aktifitas tambang ilegal tersebut, Edo pun dikatakanya selanjutnya mendatangi kantor Polres Bangka guna mengkonfirmasi perihal aktifitas tambang ilegal di kawasan itu.

“Nah saat hendak melakukan konfirmasi ke pihak Polres Bangka dan sempat bertemu dengan pimpinan Polres setempat. Saat itu Edo pun sempat bersama seorang aktifis LSM dan ormas.

Namun tanpa disangka pimpinan Polres Bangka justru menunjukan sikap ‘tak bersahabat’ saat ditanya soal kegiatan penambangan itu,” jelas Evan.

Kejadian perlakuan tak menyenangkan dari Kapolres Bangka (AKBP Aris Sulistyono) saat itu diakuinya sempat pula disampaikab Edo kepadanya.

Bahkan pasca pemberitaan soal aktifitas tambang itu pun wartawannya (Edo) diduganya sempat pula mendapatkan tindakan intimidasi dari seorang oknum warga Belinyu terkait pemberitaan serupa.

Evan mengulas pula soal berita dimuat di sejumlah media online tentang sikap Kapolres Bangka dinilai arogan dan hal itu sebagaimana disampaikan Edo kepadanya.

“Kasihan dia (Edo — red) jiwanya lemah. Sebabaneh tiba-tiba Edo membantah dalam berita klarifikasinya yang terakhir ini,” sesal Evan.

Oleh karenanya guna menindaklanjuti beredarnya berita tentang Randu Oktara alias Edo di berbagai media online akhir akhir ini, membuat pemimpin redaksi (Pimred) terbitanbabel.com ini pun akhirnya Evan Satriady mengambil tindakan tegas alias memecat Edo sebagai wartawan di medianya.

Edo sendiri ditegaskanya belumlah genap satu bulan bergabung di media terbitanbabel.com sebagai wartawan.

“Mulai hari ini, Minggu (5/1/20) dinonaktifkan terhadap yang bersangkutan,” tegasnya.

Alasan Evan, sikap tegas diambilnya itu tak lain demi menjaga ‘marwah’ medianya termasuk para wartawan di Babel ini.

“Ya!, ini demi menjaga marwah media dan juga demi menjaga etika jurnalistik serta dalam upaya menjaga kondusifitas sesama rekan media,” ungkapnya.

Mulai sekarang ditegaskan Evan lagi, segala sesuatu yang berhubungan dengan yang bersangkutan (Edo) tidak ada lagi hubungannya denga. media terbitanbabel.com.

Sementara itu, ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Babel, Meyres Kurniawan pun merasa kaget bercampur bingung lantaran pernyataan Edo wartawan terbitanbabel.com kini saat ini ada dimuat di media online namun pernyataannya dianggap ia terkesan ‘mengadu domba’ antara pers/wartawan dengan pihak kepolisian maupun pihak-pihak terkait.

“Sangat sangat saya sesalkan sikap Edo saat ini. Terkesan ia mencoba mengadu domba atau ia mau mencoba menerapkan manajemen konflik demi kebenaran abu-abu yang dikedepankan olehnya tanpa memikirkan multi efect-nya,” sesal Meyres.

Banyak faktor yang mempengaruhi Edo tersebut hinggi kini dalam pernyataan bantahanya soal sikap arogan pimpinan Polres Bangka salah satunya lantaran Edo saat ini dalam masa ‘rehab diri’ pasca belumlah lama usai menjalani sanksi hukuman selama di Lapas Tuatunu Pangkalpinang lantaran tersandung jeratan hukum terkait perkara penipuan.

“Bisa jadi faktor inilah yang membuat dirinya kehilangan prinsip dalam menjalankan profesinya. Padahal wartawan itu tuntutannya yakni mengedepankan fakta bukan sebaliknya. Miris!,” ungkapnya.

Meski begitu, ditegaskanya jika pihaknya selaku insan pers yang tergabung dalam Forum Pers Bersatu Babel terus mencoba mendalami masalah tersebut.

“Kita pun akan mengknfrontir beberapa pihak agar dapat dibuktikan kebenaran dari apa yang diungkapkan Edo kepada publik, nah jika sudah ada titik terang rencananya kami akan melaporkan Edo ke pihak berwajib karena telah menyebarkan informasi bohong,” tegas Meyres.

Pernyataan serupa sempat pula diungkapkan Rikky Fermana selaku ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Babel. Bahkan Rikky pun merasa sangat kecewa lantaran sikap Edo tiba-tiba ‘berubah’, semula dinilainya sangat kritis terhadap sikap Kapolres Bangka.

“Ada apa sebenarnya yang terjadi pada diri adinda Edo?. Saya khawatir ia bisa bersikap seperti itu lantaran kita menduga ada tekanan dari oknum-oknum tertentu sehingga sikapnya kini jadi labil,” ujar Rikky.

Kendati begitu ditegaskan Rikky jika pernyataan Edo yang dimuat dalam pemberitaan media online soal sikap Kapolres Bangka adalah fakta.

“Bagaimana tidak dikatakan fakta?, Dia ( Edo — red) sendiri sempat memberikan rekaman pembicaraan antara Edo LSM dan aktifis ormas dengan pimpinan Polres Bangka termasuk perwira Polres Bangka lainnya. Nah apa yang musti dibantahnya lagi?!,” tegas Rikky.

Namun Rikky Ketua HPI Babel memaklumi jika saat ini Edo dalam tekanan psikis sehingga mempengaruhi sikap dan perilakunya pasca pemberitaan terkait tentang dirinya menjadi ramai diperbincangan atau trending topic di media sosial (medsos).

Bahkan Edo sempat menghubunginya jika pasca pemberitaaan dan demo para jurnalis banyak oknum kepolisian minta diklarifikasi terkait pemberitaan yang sudah dipublishkan tersebut. 

Beda halnya diungkapkan oleh seorang pegiat pers dan kini menjabat selaku pimpinan media online babelive.com, Wantoni pun malah menyangsikan independensi media online yang memuat berita klarifikasi bantahan Edo baru-baru ini.

“Contoh dalam berita klarifikasi bantahan Edo itu pihak redaksi medianya sama sekali tidak berupaya mengkonfirmasi pihak-pihak yang disudutkan. Artinya independensi media itu diragukan,” tegasnya.

Di lain pihak, Ivan Firnanda selaku ketua LSM Inakor Bangka justru membenarkan terkait kejadian sikap Kapolres Bangka saat dikonfirmasi soal tambang ilegal di Kelapa Hutan, Riding Panjang, Belinyu.

“Iya saya sendiri sempat menyaksikan kejadian itu di ruangan kerja Kapolres Bangka. Bahkan terdengar tiga kali bunyi keras meja di ruangannya ditampar oleh pak Kapolres Bangka saat itu,” ungkap aktifis LSM ini.

Diuraikanya, kejadian sikap Kapolres Bangka saat dikonfirmasi soal aktifitas penambangan timah ilegal Kelapa Hutan pihaknya termasuk wartawan online terbitanbabel.com (Edo) dan disaksikan seorang aktifis ormas, Kasrin. (Yuda)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close