Bangka Belitung

Gara-Gara Cekcok Mulut, Anak Ini Nekat Keroyoki Ibu Kandung

Foto : Ilustrasi. (Net)


* Keluarga Korban Pertanyakan ‘Kinerja’ Sat Reskrim Polres Bangka

BANGKA,LB – Dalam ajaran agama apapun telah mengajarkan jika setiap manusia mestilah hormat dan patuh terhadap orang tua kandung selain harus menyayangi.

Namun sebaliknya, jika ada seorang anak nekat melakukan kesalahan terhadap orang tua niscaya alamat nasib buruk yang bakal dituai oleh sang anak yang ‘durhaka’.

Seperti halnya dialami oleh SW (41) dan Sa (22) kini keduanya warga Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka mesti berurusan dengan pihak berwajib (kepolisian).

Pasalnya SW dan Sa telah dilaporkan ke Sat Reskrim Polres Bangka belum lama ini terkait dugaan perkara/kasus pengeroyokan terhadap Su Aini (60) diketahui selaku orang tua kandung SI sendiri.

Informasi yang berhasil dihimpun reporter LintasanBerita.com di lapangan menyebutkan jika kejadian tersebut berawal dari cekcok mulut antara SW dengan adik kandungnya perempuan yakni W, Jumat (12/10/2019).

Foto : Korban, Su Aini. (Istimewa)

Saat itu SW dan Sa (anak kandung SW) mendatangi kediaman Su Aini di Desa Rebo Sungailiat. Sebelum kejadian itu pun korban (Su Aini) masih mengendong cucunya yang masih balita. 

Di kediaman Su Aini, tanpa diduganya saat itu terjadilah cekcok mulut antara SW dan W namun Sai Ni mengaku ia sendiri saat itu berusaha untuk meleraikan cekcok mulut antara SW dan W tersebut.

Sebaliknya kejadian cekcok mulut itu pun terlihat olehnya malah makin memanas, bahkan menurutnya dalam kejadian itu sempat terjadi kontak fisik hingga aksi tarik-tarikan rambut antara SI dan W.

Namun niat untuk meredahkan perseteruan antara SW dan W, malah Su Aini spontan dirinya diduga mendapat ‘serangan balik’ dari sang anak kandungnya (SW) termasuk Sa yang diduga memulai melakukan serangan berupa perbuatan pemukulan terhadapnya.

Su Aini mengaku jika perbuatan kekerasan yang dialami diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri (SW) antara lain bagian dan bagian lainnya. 

Lanjutnya, akibat dipukul oleh SW dan Sa berulang-ulang Su Aini saat itu diduga sempat terjungkal termasuk cucu yang digendongnya pun ikut terjatuh.

“Melihat saya sempat terjungkal saat itu anak perempuan saya W langsung memgambil cucu yang saya gendong itu,” ungkap Su Aini kepada wartawan saat ditemui di kediamannya belum lama ini didampingi dua orang anaknya.

Foto : Bukti laporan pihak korban ke Polres Bangka. (Istimewa)

Akibat kejadian yang dialaminya itu, korban  mengaku jika bagian dadanya mengalami lebam.

“Untunglah ada anak laki-laki saya langsung membawa ia ke rumah sakit sekligus dilakukan pisum sebagai sarat untuk melakukan pelaporan ke pihak kepolisian,” terangnya.

Su Aini sendiri mengaku jika dirinya sesungguhnya sama sekali tidak ada niat untuk melaporkan kejadian yang dialami olehnya ke pihak Polres Bangka.

“Kelakuan anak dan cucu saya ini sudah melebihi batas dan membuat tubuh bagian dada saya lebam labam, maka kasus dugaan pengeeoyokan ini saya laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Akhirnya berdasarkan laporan ke pihak kepolisian (Polres Bangka) dengan surat laporan nomor : STPL/B 1488/XI/2019/Babel/Res Bangka tertanggal 4 Nobember 2019 ditanda tangani oleh Kanit I Bagian SPKT Polres Bangka, Aipda Anwar Fauzi.

Terkait kasus ini pula Sai Ni berharap kepada pihak berwajib khususnya Polres Bangka (Sat Reskrim) secepatnya mungkin dapat memperoses kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa dirinya itu.

Sebaliknya seorang anak kandung korban, Yanto justru mempertanyakan ‘kinerja’ pihak penyidik Sat Reskrim Polres Bangka lantaran perkara/kasus dugaan tindak pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh saudara kandungnya sendiri SW dan Sa.

Namun penangan kasus ini dinilainya terkesan lamban lantaran menurutnya kini hampir dua bulan perkara tersebut belumlah ada kejelasan.

“Mau hampir dua bulan lah kasus ini kami laporkan ke Polres Bangka. Beberapa kali kami sempat melakukan konfirmasi ke penyidik Sat Reskrim Polres Bangka alasan mereka lagi proses..lagi proses…lagi proses,” ungkap Yanto kepada reporter LintasanBerita.com, Jumat (22/12/2019).

Tak cuma itu, bahkan yang menjadi perhatian ia dan keluarganya lantara kejadian itu ibu kandungnya (Su Aini) sempat jatuh sakit.

“Karena apa yang telah dilakukan kakak dan ponakan saya itu telah membuat ibu saya sakit dan membuat malu keluargga,” sesalnya.

Pihak Polres Bangka yakni Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ricky Dwiraya Putra saat dikonfirmasi terkait kasus dugaan tindak pengeroyokan diduga dilakukan SW dan Sa justru tak berkomentar.

“Ke kantor saja ya jangan lewat WA,” jawab Ricky singkat dalam pesan elektronik / Whats App (WA) yang diterima reporter LintasanBerita.com, Jumat (27/12/2019) siang. 

Sementara SW dan Sa selaku pihak yang terlapor masih diupayakan dikonfirmasi terkait laporan Su Aini ke pihak Sat Reskrim Polres Bangka atas tuduhan dugaan tindak pengeroyokan terhadap Su Aini. (Yuda)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close