Bangka Belitung
Trending

Letjen TNI Joni : Tugas Pers dan Intelijen Itu Hampir Sama

Foto : Kasum Mabes TNI, Letjen Joni Supriyanto menjadi narasumber dalam acara dialog nasional ‘Pers Pemersatu Bangsa’. (Yuda)



JAKARTA,LB –  Letjen TNI, Joni Supriyanto mengatakan dalam menjalankan tugasnya seorang pers/jurnalis sesungguhnya tak jauh bedanya dengan tugas yang dilaksanakan oleh anggota intelijen.

“Tugas pers dan intelijen itu hampir sama yakni mencari mengumpulkan serta menyimpan semua data atau informasi yang dihutuhkan,” ungkap Kepala staf umum (Kasum) Mabes TNI saat sebagai narasumber dalam acara dialog yang diselenggarakan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia.dengan pihak Lembaga Perlindungan Saksi & Korban (LPSK), Sabtu (16/11/2019) bertempat di ruang auditorium gedung LPSK.

Foto : Selain menghadirkan Kasum Mabes TNI Letjen TNI Joni Supriyanto juga menghadirkan para narasumber lainnya. (Yuda)

Alasannya, tugas pers dan intelijen tersebut hampir mendekati kesamaan hanya saja dalam implementasinya data atau informasi yang dikumpulkan itu justru disampaikan kepada publik, beda halnya dengan anggota intelijen justru sebaliknya data/informasi yang didapatkan justru hanya disampaikan kepada atasan/pimpinan guna kepentingan internal.

“Jadi beda dengan intelijen informasi yang didapat tidak untuk dipublikasikan sebaliknya disampaikan kepada pimpinan atau atasan. Kemudian intelijen ini ada prediksinya tentang kemungkinan yang akan terjadi,” terang mantan Pangdam Jaya ini di hadapan para jurnalis maupun para peserta dialog lainnya saat itu.

Foto : Letjen TNI Joni Supriyanto saat memotong tumpeng disaksikan langsung oleh ketua umum IMO-Indonesia M Yakub Ismail serta para pembina IMO-Indonesia. (Yuda)

Meski begitu diakuinya terkait tugas pers & intelijen meski beda namun perlu adanya upaya saling melakukan sinergisitas dalam upaya menjalin komunikasi guna antisipasi terhadap hal-hal yang menyangkut keamanan suatu negara.

Bahkan tak ditampiknya jika peran pers sangat memberikan arti yang signifikan bagi masyarakat di dunia lantaran tugas pers pun turut pula mengawali jalannya sautu roda demokrasi di suatu negara termasuk di negara Indonesia tercinta ini selain fungsinya sebagai pilar demokrasi.

Foto : Perwakilan ketua DPW IMO-Indonesia ikut pula hadir dalam acara dialog nasional. (Yuda)

Selain jtu dalam.paparanya, jenderal bintabg tiga ini pun memiliki pandangan jika pers itu mutlak.independen atau tidak memihak sekelompok pihak tertentu namun murni untuk kepentingan publik atau masyarakat.

“Pers hendaknya bukan jadi corong pemerintah. Pers merupakan lembaga sosial atau masyarakat dan bukan lembaga swasta atau pemerintah serta tidak memihak sekelompok pihak tertentu,” tegasnya.

Dalam acara dialog mengangkat tema ‘Pers Sebagai Pemersatu Bangsa’ dihadiri langsung ketua umum IMO-Indonesia, M Yakub Ismail juga selaku moderator dalam acara dialog itu, M Nasir (sekjend IMO-Indonesia) para dewan penasihat IMO-Indonesia, Dr Nur Sdarta (sekretaris LPSK) serta sejumlah narasumber lainnya yakni Adi Suparto (tokoh pers), Yusfan Zaluku (dewan pembina IMO-Indonesia), Edy Ganefo (ketua umum Kadin) serta Bachtiar R Ujung (dewan pengawas LPJK).

Foto : Para pewarta asal Bangka Belitung ikut hadir dalam acara dialog. (Yuda)

Bahkan dalam acara dialog nasional kali ini pun sekaligus memperigati hari jadi IMO-Indonesia sempat pula dihadiri pula para ketua DPW IMO-Indonesia dari berbagai daerah termasuk ketua DPW IMO-Indonesia Bangka Belitung Rikky Fermana SIP turut pula hadir serta para perwakilan mahasiswa asal Universitas Bhayangakara Jakarta.

Di ujung acara, pihak panitia memberikan kesempatan kepada Letjen TNI Joni Supriyanto juga selaku Dewan Syuro IMO-Indonesia didampingi ketua umum IMO-Indonesia, M Yakub Ismail untuk memotong nasi tumpeng secara simbolis sebagai tanda syukur HUT IMO-Indonesia ke-2 tahun 2019 ini. (Yuda)








Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close