Hukum & Kriminalitas

Ungkap Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan Polres Konsultasi Ke Dewan Pers

Foto : Aksi kekerasan terhadap wartawan sempat terekam video oleh wartawan. (Yuda)


BANGKA,LB – Pihak kepoliisian (Polres Bangka)   sampai saat ini terus berupaya melakukan pengungkapan peristiwa dugaan tindak kekerasan, intimidasi sekaligus pelecehan profesi terhadap seorang wartawan asal media Mapikor, Rikky Fermana SIP di Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

“Sejumlah saksi sudah kami periksa dan dimintai keterangannya dalam kasus ini, termasuk terlapor Ceduk. Selain itu, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kejari Bangka terkait perkara yang sedang ditangani dan penerapan pasal yang akan dipersangkakan,” ujar Kasatreskrim Polres Bangka, AKP Ricky Dwiraya Putra SIK seizin Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono SIK kepada awak media, Selasa (12/11).

Terkait perkara ini pula pihak Polres Bangka saat ini sedang berkonsultasi dengan pihak Dewan Pers (DP) guna menguatkan penerapan pasal pelanggaran terhadap UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers,  selain UU KHUP.

“Saat ini pihak penyidik Polres Bangka berkonsultasi dengan dewan pers hasilnya nanti kita sampaikan. Prosesnya, tetap kita lanjutkan sesuai dengan UU berlaku, kami harapkan agar rekan-rekan wartawan untuk bersabar,” tegasnya.

Ketum Himpunan Pewarta Indonesia (HPI), Maskur Husein SH atau akrab disapa Alex Gamalama mempercayakan penanganan perkara ini kepada pihak aparat penegak hukum sepenuhnya secara profesional.

Bahkan Alex sendiri merasa yakin jika dewan pers pun akan bersikap profesional, terlebih ini menyangkut kekerasan terhadap wartawan saat melakukan tugasnya di lapangan.

“Pihak kepolisian tentunya profesional dalam menangani kasus ini, selain itu dewan pers pastinya SDM profesional yang tidak mudah diintervensi, kami yakin Dewan Pers sepakat dengan apa yang dilakukan Ceduk itu telah melanggar pasal 18 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang pers,” ujarnya.

Selain itu ia sendiri sangat berharap jika perkara terssebut dapat diusut secara tuntas sehingga nantinya tak lagi kejadian atau peristiwa tindak premanisme terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

“Jadi, perkara ini harus tuntas sampai putusan pengadilan, agar ada efek jera dan profesi wartawan yang betul-betul bekerja dengan profesional di lapangan tak dianggap sebelah mata,” harapnya.

Sebagaimana dalam berita sebelumnya disebutkan jika kejadian tindak kekerasan, intimidasi serta pelecehan profesi terhadap wartawan Mapikor, Rikky Fermana dan sejumlah rekan wartawan asal media lainnya yakni Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 15.00 WIB tepatnya di lokasi lahan tambak udang, Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Bangka.

Saat itu Rikky CS awalnya berniat melakukan tugas jurnalistik terkait perkara dugaan kasus jual-beli lahan di dusun setempat hingga menuai protes dan aksi demo sejumlah warga Belinyu.

Namun sayangnya niat Rikky CS untuk melakukan liputan investigasi (investigation reporting) justru terhalang oleh sekelompok oknum warga hingga saat itu diduga dikoordinir oleh oknum warga yakni Atok hingga terjadilah tindakan fisik oleh salah seorang oknum warga Belinyu, Sunarman alias Ceduk terhadap seorang wartawan Rikky Fermana.

Selanjutnya, lantaran tak terima mendapat perlakuan dari Ceduk CS, Rikky pun akhirnya melaporkan ke pihak Polres Bangka terkait kejadian yang telah dialami ia dan kawan-kawannya asal berbagai media. (Yuda)

















.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close