Bangka Belitung

Rizal Purwanto SH : Itu Sudah Masuk Tindak Kekerasan dan Lebih Tepat Dijerat UU Pers!

Foto : Aksi kekerasan terhadap wartawan (Rikky Fermana). Aksi yang dilakukan oleh Ceduk sempat terekam kamera wartawan. (Yuda)

SUNGAILIAT,LB – Pihak aparat penegak hukum tampaknya serius dalam menindaklanjuti perkara kasus dugaan tindak kekerasan, pengancaman serta pelecehan profesi wartawan belum lama dialami seorang wartawan, Rikky Fermana (media MAPIKOR) termasuk rekan-rekan wartawan asal berbagai media lainnya di wilayah Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Kasus tersebut tak saja kini menjadi perhatian serius pihak aparat kepolisian lantaran perkara kasus dugaan tindak kekerasan, pengancaman serta pelecehan terhadap profesi wartawan dikarenakan kasus ini kali pertama terjadi di provinsi Kep Bangka Belitung (Babel).

Bahkan perkara/kasus ini pun kini menjadi perhatian serius pula pihak kejaksaan di daerah, dan sampai saat ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka masih menunggu surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dari pihak kepolisian (Polres Bangka).

“Kita masih menunggu SPDP dari pihak kepolisian (Polres Bangka — red),” ujar Kasi Pidum Kejari Bangka, Rizal Purwanto SH MH saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/10/2019) siang di Sungailiat Bangka.

Ia menegaskan jika kejadian atau perkara tindak kekerasan, pengancaman sekaligus pelecehan profesi wartawan tersebut sesungguhnya dalam penanganannya justru secara khusus lantaran ada aturan khusus yang mengatur atau Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Itu sudah masuk tindak kekerasan dan lebih tepat dijerat UU Pers!. Sebab dalam kejadian itu kan ada tindakan kekerasan dengan cara mencekik wartawan. Kalau memang demikian kejadiannya seperti itu ya artinya pelanggaran undang-undang itu,” tegasnya.

Foto : Tak cuma kekerasan, namun aksi arogan Ceduk di hadapan wartawan pun sempat terekam saat kejadian. (Yuda)

Terlebih lagi menurutnya suatu tindakan atau perbuatan dianggap melanggar pidana akan lebih menguatkan jika disertai bukti-bukti selain saksi yang menyaksikan saat kejadian.

“Nah apalagi ada bukti rekaman video saat kejadian itu. Itu bisa dijadikan bukti dan bisa diberikan semua bukti-bukti tersebut kepada pihak penyidik (kepolisian — red) guna membantu pihak kepolisian dalam menangani kasus ini,” terangnya.

Bahkan terkait kasus ini pula diakuinya pihak kepolisian (Polres Bangka) terkesan serius dalam menangani kasus yang terjadi terhadap wartawan (Rikky CS). Hal itu dibuktikan penyidik Satreskrim Polres Bangka sempat menemuinya di kantor Kejari Bangka guna berkonsultasi.


“Tadi juga ada penyidik (Polres Bangka — red) datang menemui saya. Ya untuk kepentingan konsultasi terkait kasus ini,” ungkapnya.

Meski begitu Rizal pun tak lupa menghimbau khususnya kepada para pegiat pers (wartawan) khususnya Rikky CS untuk percaya sepenuhnya kepada aparat penegak hukum dalam upaya menangani perkara kasus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resort Bangka (Kapolres Bangka), AKBP Aris Sulistyono melalui Kasat Reskrim Polres Bangka, Ricky Dwiraya Putra mengatakan jika pihaknya sampai saat ini terus berupaya menindaklanjuti secara serius terkait laporan kasus dugaan kekerasan, pengancaman serta pelecehan terhadap wartawan (Rikky CS).

Foto : Meski rekannya termasuk wartawan hendak melerainya namun aksi Ceduk terkesan semakin menjadi saat kejadian itu. (Yuda)

Bahkan ditegaskanya perkara tersebut sesungguhnya masih dalam ranah pengaduan atau lidik. Selanjutnya  menurutnya lagi, usai dilaksanakan lidik hasilnya akan dikoordinasikan terkait penerapan pasal dengan pihak penuntut (kejaksaan).

“Kemudian akan gelar perkara dengan pihak terkait lainnya termasuk pihak kejaksaan,” terang Rizal, Selasa(29/10/2019) sore di hadapan wartawan, di Kota Sungailiat.

Sebaliknya jika dalam proses penyelidikan terkait kasus tersebut nanti ditemukan unsur-unsur yang dianggap pelanggaran pidana maka perkara tersebut akan berubah statusnya.

“Apakah sudah masuk unsur-unsurnya. Kalau sudah penyidikan, statusnya baru berubah,” tegas jaksa asal kota Palembang, Sumatera Selatan ini.

Sebagaimana dalam berita yang pernah dilansir media ini jika kejadian dugaan tindak kekerasan, pengancaman serta pelecehan terhadap profesi wartawan (Rikky CS) terjadi di sebuah kawasan atau lokasi tamnak udang Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Kamis (17/10/2019) siang sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu Rikky bersama rekan wartawan lainnya menggunakan uniform (seragam) media masing-masing didampingi seorang warga dusun setempat, Basoni awalnya bermaksud melaksanakan kegiatan jurnalistik (peliputan) terkait persoalan dugaan penjualan lahan di dusun setempat namun menuai protes sejumlah warga Belinyu.

Namun tak disangka ketika baru saja tiba di lokasi rombongan wartawan (Rikky CS) pun seketika menyaksikan sekelompok massa diperkirakan berjumlah belasan orang mengendarai sepeda motor tiba-tiba mendatangi mereka di lokasi setempat (TKP).

Beberapa orang dari kelompok massa itu pun diduga dikoordinir Atok warga Mantung Belinyu terlihat ketika mendatangi Rikky CS saat itu terkesan tak bersahabat, bahkan dengan bahasa yang cukup keras saat berdialog dengan wartawan.

Bahkan saat itu terlihat salah seorang dari kelompok massa, Ceduk warga Bukit Ketok Belinyu pun tanpa diduga secara tiba-tiba langsung menyerang dan mencekik leher wartawan (Rikky).

Rikky saat itu terlihat tanpa melakukan perlawanan namun berusaha menjauh, terlebih saat kejadian itu terlihat kondisi Rikky justru terlihat seolah-olah hendak dikepung oleh Ceduk CS.

Tak cukup dengan aksi kekerasan itu, Ceduk pun terlihat terus berupaya mendekati Rikky diduga hendak menyerang kembali namun aksinya saat itu sempat dihalangi atau dilindungi oleh seorang wartawan lainnya, Ryan A Prakasa (SpotBerita.com).

Pantauan media ini di lokasi kejadian, saat itu Ryan berusaha menggiring Rikky ke tempat yang agak jauh dengan maksud guna menghindar terjadinya tindakan fisik oleh Ceduk CS.

Namun lagi-lagi Ceduk menunjukan sikap arogannya di hadapan sejumlah wartawan bahkan Ceduk sempat mengancam akan melalukan tindak kekerasan terhadap Rikky termasuk seorang rekannya pun sempat pula mengeluarkan kalimat yang sangat merendahkan profesi wartawan.

Atas kejadian tersebut Rikky CS pun terpaksa membatalkan niat melakukan peliputan di lokasi setempat pada hari itu lantaran adanya kejadian kekerasan, pengancaman, dan pelecehann terhadap ia dan rekan-rekannya saat hendak melakukan kegiatan jurnalistik hingga kasus ini pun dilaporkan ke pihak berwajib.  (Yuda)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close