Hukum & Kriminalitas

Cekik Wartawan Ceduk Diperiksa 4 Jam Oleh Polisi

Foto : Ceduk disebut-sebut oknum warga yang mencekik leher wartawan saat rombongan wartawan melakukan kegiatan jurnalistik. (Yuda)

BELINYU,LB –  Kinerja pihak aparat kepolisian patut mendapat ancungan jempol. Pasalnya laporan kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan serta kekerasan terhadap pers (Rikky Fermana) oleh sekelompok oknum warga (Ceduk CS) kini telah ditindaklanjuti oleh pihak Polres Bangka.

Hal itu ditunjukan pihak Polres Bangka yang menunjuk pihak Polsek Belinyu segera memanggil Ceduk selaku oknum warga yang diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan saat kejadian rombongan wartawan media massa (online & cetak) sedang melakukan giat jurnalistik kasus penjualan lahan namun menuai protes warga di wilayah Dusun Mengkubung, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Bangka, Kamis (17/10/2019) siang.

Ceduk warga Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka akhirnya, Jumat (18/10/2019) malam mesti menjalani pemeriksaan oleh penyidik Reskrim Polsek Belinyu.


“Sudah dilakukan pemeriksaan (Ceduk — red) sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur — red),” ujar Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistiyono melalui pesan singkat (WA) yang diterima, Sabtu (20/10/2019) siang.

Foto : Atok selaku oknum warga yang mengkoordinir massa saat kejadian. (Yuda)

Senada diungkapkan Kapolsek Belinyu, AKP Surya Darma saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat pula (WA).


“Semalam Ceduk sudah kita lakukan interograsi di Polsek Belinyu,” ujar Kapolsek di hari yang sama.

Ceduk sendiri diperiksa oleh penyidik di Polsek Belinyu, Jumat (18/10/2019) malam mulai pukul 19.00 wib hingga pukul 23.00 wib.

Saat disinggung bagaimana dengan oknum warga lainnya yang ikut serta dalam kelompok Ceduk saat kejadian hari itu terkait dugaan tindak pidana kasus pengeroyokan serta kekerasan terhadap seorang wartawan asal media MAPIKOR (Rikky Fermana).

Namun Kapolsek justru menegaskan pemanggilan sekaligus pemeriksaan terkait kasus serupa khususnya sejumlah oknum warga lainnya yang ikut serta dalam kelompok massa Ceduk CS akan dilakukan penyidik Satreskrim Polres Bangka.


“Polsek Belinyu hanya melakukan pemeriksaan keterangan awal saja. Untuk yang lainnya akan dilakukan oleh pihak Polres Bangka,” terangnya.

Apapun bentuk tindak kekerasan terhadap seseorang termasuk pers tetaplah dianggap merupakan tindak pelanggaran hukum, sebagai hal ini sempat disampaikan oleh Kapolda Babel.Brigjen Pol Istiono.

“Jika terjadi tindak kekerasan terhadap teman-teman jurnalis merupakan tindak pelanggaran hukum dan kita akan lakukan proses hukum sebagai bentuk perlindungan terhadap para jurnalis,” tegas Kapolda dalam sambutannya di sela-sela giat demo aksi solidaritas moral terkait kejadian tindak kekerasan terhadap pers beberapa waktu lalu berlangsung di Alun-Alun Taman Merdeka (ATM) Kota Pangkalpinang.

Sementara Rikky Fermana selaku ketua Himpunan Wartawan Indonesia (HPI) Provinsi Babel memberi apresiasi positip terhadap kinerja pihak aparat kepolisian khususnya pihak Polres Bangka dan Polsek Belinyu.

“Salut! Kerja cepat yang ditunjukan oleh aparat kepolisian. Kami insan pers selalu mendukung upaya pihak kepolisian dalam upaya penegakan hukum dan menindaklanjuti laporan kita sebelumnya,” ungkap Rikky. (Yuda)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close