Bangka Belitung

Bela Klien Pengacara Ini Malah Diintimidasi Jadi Tersangka

Foto : Pengacara tersangka korupsi proyek PJU Belitung & Beltim, Lauren Harianja SH. (Yuda)


PANGKALPINANG,LB –  Lauren Harianja SH sama sekali tak menyangka bahkan dirinya pun merasa kaget bercampur bingung lantaran dirinya bakal ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) terkait perkara kasus dugaan tipikor proyek penerangan jalan umum (PJU) di kabupaten Belitung & Belitung Timur (Beltim) tahun anggaran 2018 senilai Rp 2,9 M.

Di hadapan wartawan atau di sela-sela menggelar jumpa pers, Jumat (11/10/2019) di kantin gedung Pengadilan Negeri Pangkalpinang pengacara ini mengaku jika dirinya baru-baru sempat mendapat ancaman atau intimidasi langsung oleh pimpinan institusi Kejati Babel.

“Awalnya bermula saat penangkapan klien saya (Suranto Wibowo — red) di Cisarua Bogor atau di rumah makan Senin (7/10/2019 — red) malamitu oleh tim Pidsus Kejati Babel,” ungkap Lauren.

Lanjutnya, malam itu kliennya (Suranto Wibowo) pun langsung dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan oleh tim Pidsus Kejati Babel, dan keesokan harinya, Selasa (8/10/2019) pagi kliennya pun diterbangkan ke pulau Bangka dengan pengawalan ketat tim Kejati Babel.

Penangkapan kliennya malam itu pun sesungguhnya diakui ia justru tanpa diketahui olehnya, namun ia justru baru mengetahui setelah menerima telepon dari kliennya (Suranto Wibowo) yang mengabarkan jika kliennya malam itu telah ditahan oleh tim Pidsus Kejati Babel.

“Malam itu klien saya (Suranto Wibowo — red) sempat menelpon saya. Ia mengabarkan jika dirinya malam itu ditangkap oleh tim Pidsus Kejati Babel. Klien saya malam itu minta saya segera mendatanginya di kantor Kejari Jakarta Selatan,” terang Lauren mencoba  menceritakan kronologis kepada wartawan.

Malam itu saat penangkapan kliennya tersebut Lauren mengaku jika ia sendiri justru sedang berada di kediamannya di daerah Cibubur. Meski begitu ia pun menyempatkan diri menemui kliennya di kantor Kejari Jakarta Selatan malam itu juga.

“Nah kejadianya malam itu saat saya bertemu langsung dengan pimpinan Kejati Babel (Aditia Warman SH — red) dia sempat menyebut di hadapan saya langsung malam itu pas di halaman gedung Kejari Jakarta Selatan. Anda (Lauren — red) bakal saya tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Lauren mencoba menirukan pembicaraanya dengan pimpinan Kejati Babel saat kejadian malam saat ia sedang menemui kliennya.

Pernyataan pimpinan Kejati Babel yang menyebutkan dirinya menjadi tersangka jelas sangat disesalkan olehnya lantaran ia menilai sikap pimpinan Kejati Babel saat itu sangatlah tidak berdasar.

“Nah seolah-olah dia (Aditia Warman — red) men-judge saya bersalah terkait perkara proyek PJU itu. Padahal saya sama sekali tidak pernah menghalang-halangi tim Kejati Babel dalam hal penangkapan klien saya (Suranto Wibowo — red).

Tak sebatas itu, bahkan Lauren pun mengaku jika malam kejadian itu pun pimpinan Kejati Babel sempat mengungkapkan jika pihak kejaksaan telah melakukan penyadapan sambungan telepon selular miliknya.

“Saya sempat bantah pernyataan pak Kajati Babel malam itu lalu saya bilang silahkan sadap dan saya tanyakan kembali anda melakukan penyadapan dapat ijin dari mana?,” ungkapnya lagi.

Terkait kejadian ini pula ia sendiri berencana akan melakukan upaya hukum terkait statemen atau pernyataan pimpinan Kejati Babel yang dianggapnya telah mengancam dirinya yakni ia bakal dijadikan tersangka.

Bahkan ia sendiri sampai saat ini masihlah menyangsikan terkait pernyataan pimpinan Kejati Babel yang menilai.jika proyek PJU tersebut hingga melibatkan kliennya (Suranto Wibowo) dan dianggap proyek itu telah merugikan keuangan negara yakni total lost.

Kalau dianggap total lost itu artinya barang tidak ada termasuk pekerjaan pun tidak ada sehingga tepat dibilang total lost. Nah ini kan malah sebaliknya pekerjaannya kan ada masak sih dianggap total lost?,” ungkapnya.


Meski begitu upaya hukum yang dilakukan pihaknya dalam persoalan hukum yang menyeret kliennya itu (Suranto Wibowo) tetaplah berlanjut, bahkan pihaknya kini telah melakukan prapid soal penetapan tersangka kliennya (Suranto Wibowo) oleh phak Kejati Babel.

“Rencana sidang prapid diagendakan hari ini namun sampai siang ini belumlah ada kabar kepastian digelarnya kapan. Terlebih dari pihak termohon (Kejati Babel) sampai siang ini tidak terlihat hadir di gedung Pengadilan Negeri Pangkalpinang ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Kejati Babel, Aditia Warman SH saat dikonfirmasi oleh wartawan melalui pesan elektronik (WA), Jumat (11/10/2019) terkait pernyataan penasihat hukum tersangka (Suranto Wibowo), Lauren Harianja SH yang sempat membeberkan kepada wartawan jika dirinya diduga sempat mendapat ancaman dari pimpinan Kejati Babel saat kejadian penangkapan Suranto Wibowo.


Sebaliknya pimpinan Kejati Babel, Aditia Warman SH MH justru tak memberikan tanggapan, sebaliknya ia hanya membalas dengan simbol emogie (tertawa) ketika dikonfrmasi melalui pesan elektronik (whatsapp/WA), Jumat (11/10/2019) siang sekitar pukul 13.19. WIB.

Meski begitu namun Kajati Babel melalui Kasi Penkum Kejati Babel, Roy Arland SH MH justru membantah terkait pernyataan penasihat hukum tersangka (Suranto Wibowo), Lauren Harianja SH yang menyebut adanya ancaman atau intimidasi.

“Pak Kajati Babel (Aditya Warman — red) tidak pernah melakukan pengancaman terhadap pengacara tersangka SW,” tegas Roy dalam pesan elektronik (WA) grup wartawan Kejati Babel, Jumat (11/10/2019) siang.

Sekedar diketahui pula, terkait kasus dugaan tipikor ini tim penyidik Pidsus Kejati Babel tak saja menetapkan Suranto Wibowo (mantan kepala ESDM Provinsi Babel) sebagai tersangka atas proyek PJU di dua kabupaten ini (Belitung & Beltim), namun tim penyidik Pidsus pun menetapkan dua orang tersangka lainnya masing-masing Hidayat (direktur perusahaan yang memenangkan proyek) asal PT Niko Pratama Mandiri (NPM) termasuk Candra warga Sungailiat selaku pihak pelaksana pekerjaan proyek senilai Rp 2,9 M untuk 100 titik lokasi .

Usai dilakukan penahanan oleh pihak Kejati Babel, ketiga orang tersangka ini pun kini berstatus sebagai tahanan pihak Kejati Babel dan kini dititipkan di Lapas Tuatunu, Pangkalpinang. (Yuda)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close