Bangka Belitung

Proyek Senilai Rp 2,9 M Diduga Diseleweng Kejati Babel Geledah Kantor ESDM

Foto : Tim Pidsus Kejati Babel saat melakukan penggeledahan di kantor ESDM Provinsi Babel. (Vito)

PANGKALPINANG,LB – Niat memberantas para koruptor di Provinsi kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus dilakukan oleh institusi kejaksaan, bahkan perkara kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya di Kabupaten Belitung &  Belitung Timur (Beltim) sampai saat ini terus diusut oleh penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel).

Hal tersebut dibuktikan, Kamis (1/8/2019) pagi tim penyidik Pidsus Kejati Babel melakukan penggeledahan di kantor intansi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Babel.

Dari hasil giat penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Aspidsus Kejati Babel saat itu, tim penyidik Pidsus berhasil menyita berkas atau dokumen dari 4 ruang kerja di intansi tersebut sebanyak 1 koper besar terkait proyek PJU di dua kabupaten (Belitung & Beltim) tahun anggaran 2018 senilai Rp 2,9 M.

Saat penggeledahan tampak aktifitas para pegawai di intansi setempat sempat terhenti selama 3 jam, lantaran tim penyidik Pidsus berupaya keras mencari dokumen terkait proyek PJU tersebut.

Sayangnya Plt Kepala ESDM Provinsi Babel, Rusbani  enggan memberi keterangan lebih jauh terkait penggeledahan kantornya oleh tim penyidik Pidsus Kejati Babel.

“Jangan saya, tapi silahkan tanya ke yang memimpin itu (Aspidsus — red),” elak Rusbani menghidar dari wartawan.

Meski begitu Kasi Penyidik Pidsus Kejati Babel, Himawan SH MH malah membenarkan jika kedatangan tim penyidik Pidsus Kejati Babel saat itu di kantor ESDM Provinsi Babel dalam rangka upaya pengusutan perkara dugaan korupsi proyek PJU di Belitung & Beltim tahun anggaran 2018 senilai Rp 2,9 M.

Menurutnya, dari hasil hasil penggeledahan tersebut pihaknya berhasil mengamankan 1 koper besar berkas/dokumen proyek.

“Ada 26 item berkas proyek yang kita sita,” ungkap Himawan kepada wartawan usai penggeledahan siang itu.

Dalam pernyatan Kajati Babel, Aditya Warman SH MH di hadapan wartawan belum lama ini menyebutkan jika proyek PJU tersebut diduga telah terjadi penyelewengan uang negara atau total lost senilai Rp 2,9 M atau diduga tidak sesuai spech. (Vito)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close