Bangka Belitung

Ditkrimsus Polda Minta Pers Edukasi Masyarakat tentang Bahaya Hoaks

Pangkalpinang – Kasubdit II Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Irwan Nasution, meminta bantuan media massa (pers) untuk menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat di provinsi itu akN bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks.
“Menurut saya masih banyak masyarakat yang tidak tahu ada sangsi hukum atas informasi atau berita bohong (hoaks) maupun ujaran kebencian, maka perlu bantuan media massa mengedukasi masyarakat, ” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh media online Lintasanberita.com dan Spotberita.com, di Bangka City Hotel, Kamis (20/6/2019).
Ia lantas membeberkan, pihaknya setiap hari melakukan patroli cyber. Ada sembilan anggota Krimsus Polda Babel yang rutin memantau media sosial di provinsi penghasil timah ini.
“Setiap hari patroli, masih banyak ditemukan hoaks, ujaran kebencian hanya saja masih dalam tahap meneruskan gambar atau capture. Namun kalo sudah dikasih caption itu sudah bisa jadi tersangka,” jelasnya.
Irwan meneruskan, di Polda Babel sendiri pada tahun 2018 lalu sudah menangani empat kasus baik kasus penyebaran hoaks, ujaran kebencian, pornografi maupun penipuan di media sosial.
Maka ia berharap, melalui edukasi dari media massa diharapkan tidak ada lagi warga Bangka Belitung pengguna media sosial yang tidak paham akan sangsi hukum atas penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian.
Ia juga mengingatkan akan bahaya penipuan di media sosial terutama yang dapat menimpa kalangan orang tua.
“Dari kasus yang kami tangani, ada ibu ibu yang tertipu membeli tiket pesawat secara online. Ada juga yang tertipu membeli sepeda motor secara online. Uang sudah dikirim namun motor tidak ada,” katanya.
Kabid Humas Polda Babel, AKBP Maladi, dalam kesempatannya menjelaskan, dalam perspektif agama, membicarakan yang benar saja termasuk ghibah apalagi membicarakan yang tidak benar.
“Berita yang tidak benar itu hoaks. Ada dampak hukumnya. Maka kami menghimbau ketika mendapatkan berita harus verifikasi dulu, cari tahu kebenarannya dulu jangam main share, ” ucapnya.
Acara FGD sendiri diikuti sejumlah insan pers di Provinsi Bangka Belitung baik dari media online maupun cetak. Diskusi digelar dalam suasana santai. (lew)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close