Bangka Belitung

Inspektur Tambang Kementerian Tinjau Pendalaman Kolong Bravo

Foto : Tim Inspektur Tambang Kementerian ESDM RI saat meninjau lokasi Kolong Bravo. (dok HPI Babel)

PANGKALPINANG,LB – Inspektur Tambang dari Kementerian ESDM RI yakni Saiful Syah Anak Ampuh dan Ales Sandra Tardelli, Kamis (29/3) kemarin meninjau pekerjaan pendalaman alur Kolong Bravo dengan sistem penambang rakyat dengan rekanan PT Timah, Tbk dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Peninjauan proyek pekerjaan yang dimotori Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Bangka Belitung (Babel) didampingi pengawas produksi (Wasprod) PT Timah Tbk wilayah Bangka Tengah Tarmizi, Pengawasan Tambang (Wastam) Arif.P, Divisi K3LH Bidang Lingkungan Sanusi  dan beberapa orang karyawan  serta  Satuan Pengamanan (Satpam) PT Timah lainnya.
Kedatangan inspektur tambang tersebut tak lain untuk meninjau program kerjasama penambangan pasir timah yang melibatkan para penambang rakyat yang telah direkomendasikan oleh pemerintah daerah.
Saiful Syah Anak Ampuh mendukung langkah pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memberikan ruang kepada para penambang rakyat untuk secara bersama-sama memanfaatkan sumber daya alam.
“Kami sangat menghargai kebijakan gubernur untuk membantu masyarakat penambang sehingga kegiatan ini bisa berjalan dan melindungi masyarakat berkerja untuk menambang,” ujarnya.
Ditambahkannya, kegiatan kerjasama Pendampingan Kerjasama Pendalaman arus DAS kolong Bravo untuk perencanaan pembangunan kolong retensi dan kolong wisata di Kecamatan Pangkalan Baru Kelurahan Dul Kabupaten Bangka Tengah, bisa dikeluarkan perizinannya,  adanya rekomendasi dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
“Selain itu  yang menguatkan kegiatan penambangan yang melibatkan masyarakat setempat atau penambang rakyat telah diatur di Permen ESDM nomor 11 tahun  2018 pasal 55,” jelas pria yang mengenakan kacamata ini.
Kemudian dijelaskannya, kegiatan penambangan dengan sistem melibatkan masyarakat/penambang rakyat  selain bermitra dengan rekanan PT Timah, juga bisa dengan kerjasama labour supplier atau melibatkan tenaga kerja rakyat, dan sistem penyewaan alat kerja penambang yang disediakan oleh perusahaan tambang atau PT Timah Tbk.
Sementara itu, Ketua HPI Babel Rikky Fermana selaku yang memotori dan mengawas kegiatan pendampingan kerjasama pendalaman alur kolong Bravo dengan para penambang rakyat, menyampaikan aspirasinya kepada PT Timah Tbk yang telah memberikan perizinan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Kapasitas HPI Babel hanya sebatas menjembatani dan memfasilitasi masyarakat penambang untuk membantu Pemda dan Perusahaan PT Timah agar mensinergikan program pemda, PT Timah dan masyarakat penambang sama-sama dalam posisi diberi manfaat ” Kata Rikky.
Sekedar informasi, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung rencanakan kolong dan alur DAS Bravo akan dibangun kolong retensi dan wisata seperti Taman Bhay Park  Polda Babel dan Kolong Wisata Beguruh berada daerah kampung Dul.
Namun sebelum rencana kegiatan pembangunan kolong retensi dan wisata dilaksanakan menggunakan anggaran negara, Pemprov Kep  Babel menginginkan potensi sisa sumber daya alam berupa pasir timah dapat dihabiskan sebelum  dibangun dan tidak ada lagi kegiatan penambangan.
Pada beberapa tahun yang lalu Pemprov Babel sempat membangun talud untuk menahan abrasi pinggir sepadan kolong Bravo namun ada sebagian sudah roboh dikarenakan para penambang ilegal yang tidak mematuhi ketentuan penambang yang ramah lingkungan dan terkelola dengan baik dan tersistem. (*)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close